Polines Perkuat Hilirisasi Produk Inovasi Melalui Kolaborasi Riset dan Industri

SEMARANG – Politeknik Negeri Semarang (Polines) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada inovasi dan kebutuhan industri melalui penyelenggaraan Workshop Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Inovasi di Gedung Direktorat Kampus Polines, Senin (3/8/2026). Workshop mengangkat tema “Sinergi Riset, Inovasi, dan Industri dalam Mendukung Hilirisasi Produk Inovasi Polines” sebagai upaya mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi produk yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Semarang, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., didampingi Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Ir. Kurnianingsih, S.T., M.T. Turut hadir dosen dan sivitas akademika yang selama ini aktif mengembangkan berbagai inovasi di lingkungan Polines.

Dalam sambutannya, Direktur Polines menegaskan bahwa keberhasilan sebuah riset tidak hanya diukur dari luaran akademik, tetapi juga dari sejauh mana inovasi tersebut mampu diimplementasikan, dikembangkan bersama industri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi vokasi harus mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia industri. Hilirisasi merupakan proses penting agar hasil riset dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, membuka peluang usaha, sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, workshop menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi industri.

Narasumber pertama, Agung Wahyono, S.Pi., M.Si., Ph.D., Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Politeknik Negeri Jember, menyampaikan materi mengenai Strategi Pengelolaan BLU sebagai Penggerak Hilirisasi dan Komersialisasi Inovasi Perguruan Tinggi Vokasi. Ia menjelaskan bagaimana fleksibilitas pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan produk inovasi, membangun kemitraan strategis, hingga meningkatkan nilai tambah hasil riset perguruan tinggi vokasi.

Sementara itu, Ayuning F. Desanti, Chief Executive Officer PT Solusi Produk Indonesia, membawakan materi mengenai strategi komersialisasi produk inovasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan teknologi, tetapi juga kesiapan model bisnis, pemetaan kebutuhan pasar, perlindungan kekayaan intelektual, serta kemampuan membangun jejaring dengan mitra industri.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai tantangan hilirisasi produk, strategi menjalin kerja sama dengan industri, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan agar inovasi hasil penelitian dapat diproduksi secara berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar.

Melalui workshop ini, Polines berharap tercipta ekosistem inovasi yang semakin kuat dengan melibatkan unsur akademisi, pemerintah, industri, dan dunia usaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya produk-produk inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga siap dikomersialisasikan dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. ang

Humas Polines

Semarang, 3 Agustus 2026

Gulir ke Atas