KLATEN – Program Studi D3 Teknik Informatika dan Program Studi S.Tr. Teknologi Rekayasa Komputer Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten di gedung serbaguna desa setempat pada Kamis (14/8/2025).
Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Negeri Semarang (Polines) Dr. Samuel Beta Kuntardjo, Ing.Tech., M.T. menyampaikan, Polines sebagai bagian dari perguruan tinggi mempunyai kewajiban untuk mengabdi kepada masyarakat. Nah, pengabdian kepada masyarakat itu tentu saja yang sesuai dengan potensi yang ada.
“Kebetulan dari Program Studi D3 Teknik Informatika dan Program Studi S.Tr. Teknologi Rekayasa Komputer itu arah pengabdiannya membuat sesuatu (aplikasi) yang bermanfaat bagi masyarakat di Desa Jabung ini. Aplikasi ini adalah permintaan dari Pak Kades Jabung yang selama ini berelasi baik dengan dosen kami. Akhirnya kita bantu aplikasi untuk Pemerintah Desa dan masyarakat di sini,” katanya.
Samuel Beta Kuntardjo menyatakan, dalam pengabdian kepada masyarakat ini, Polines memberikan Aplikasi Sistem Demografi Kependudukan Desa Jabung dan Aplikasi Manajemen Keuangan UMKM Desa Jabung.
Dalam Aplikasi Sistem Demografi Kependudukan Desa Jabung ini, Pemerintah Desa (Kades) bisa melihat struktur demografi warga desa secara real time yang bisa ditampilkan seketika kepada masyarakat. Misalnya berapa jumlah warga yang mengangur, berapa warga yang bekerja di sektor BUMN, berapa warga yang tergolong usia produktif, berapa warga yang meninggal hari ini, dan lainnya.
Sedang dalam Aplikasi Manajemen Keuangan UMKM Desa Jabung, para pelaku UMKM diajarkan bagaimana mengelola keuangan usahanya cash flow-nya terkendali. Karena dengan pengelolaan keuangan yang baik dan lancar, otomatis mereka bisa profit (mendapat keuntungan), sehingga mereka akan semakin sejahtera.
“Aplikasi ini adalah hasil kolaborasi antara mahasiswa semester 4 dengan para dosen. Tentunya, aplikasi ini menjadi sebuah pengabdian kepada masyarakat, dan semoga bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” paparnya.

Kepala Desa (Kades) Jabung Pramono Hadi mengatakan, dalam membangun desa, setiap desa harus mempunyai data, dan bisa memetakan potensi yang ada. Ketika Pemerintah Desa mengalami keterbatasan baik itu sumber daya manusia (SDM), dana, dan sebagainya, maka sebagai solusinya, Pemdes harus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti dengan perusahan, akademisi, perguruan tinggi, dan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polines yang telah mencarikan solusi, membantu Pemdes Jabung, dan memberikan aplikasi ini. Semoga dengan demikian, Desa Jabung bisa semakin maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Pramono Hadi menambahkan, saat ia dilantik menjadi kepala desa pada tahun 2019, Desa Jabung termasuk kategori desa tertinggal.
“Namun setelah dua tahun dilakukan penataan, dengan kreatifitas, dengan kerjasama dari berbagai pihak, maka pada tahun 2021, Desa Jabung menjadi Desa berkembang, dan pada tahun 2023, menjadi desa maju. Karena kategori desa itu ada desa sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Klaten Wahyuni Sri Rahayu mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan sumbangsih dari Polines untuk Desa Jabung.
“Kerjasama seperti ini sangat kami butuhkan untuk desa-desa di Kabupaten Klaten. Maka, kedepan, kita ingin para mahasiswa yang KKN di Klaten bisa membantu membuatkan aplikasi yang mempermudah sistem pelayanan masyarakat. Juga aplikasi untuk UMKM ini. Ini bisa menjadi pilot project untuk desa-desa yang lain. Karena anggaran untuk membiayai pelayanan masyarakat selama ini sangat kurangi. Begitu pula dengan SDM-nya, juga kurang. Semoga aplikasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Terkait, Anggota DPRD Kabupaten Klaten, Eko Prasetyo yang hadir pada kesempatan itu juga menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Pemdes Jabung ini.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan pilar utama dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Sehingga ilmu yang diperoleh itu tidak berhenti di kampus saja. Tetapi memberikan manfaat bagi masyarakat terkait pelayanan. Karena sesungguhnya, antara masyarakat dan Perguruan Tinggi itu saling memanfaatkan. Pengabdian kepada masyarakat menjadi jembatan untuk menghubungkan antara teori dengan realita,” ucap Eko.
Selain penyerahan aplikasi, pada kesempatan itu juga diadakan pelatihan administrasi perkantoran yang diikuti oleh Perangkat Desa Jabung dan pelatihan digital marketing dengan peserta para pelaku Desa Jabung.
Sumber : wartakita.org

