Tak Pernah Absen, Eldinnar Raih Predikat Wisudawan Terdisiplin Polines 2025

SEMARANG – Predikat Wisudawan Terdisiplin pada Wisuda ke- 54 Politeknik Negeri Semarang (Polines) tahun 2025 berhasil diraih oleh Eldinnar Indra Krishanti, mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi. Ia dikenal konsisten hadir dalam setiap perkuliahan tanpa sekalipun tercatat absen.

Penghargaan tersebut diterima Eldinnar dengan penuh rasa syukur. Ia mengaku kaget sekaligus bangga karena tidak menyangka usaha kecil yang dilakukan setiap hari dapat membuahkan apresiasi sebesar ini.

“Saya hanya berusaha konsisten hadir kuliah. Ternyata hal sederhana ini bisa membawa hasil yang besar,” ungkap Eldinnar.

Sejak awal kuliah, Eldinnar menanamkan tekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar. Baginya, ilmu tidak hanya didapat dari buku, tetapi juga melalui diskusi di kelas bersama dosen dan teman-teman. Berbagai cara sederhana dilakukan untuk menjaga konsistensi, seperti menjadikan jadwal kuliah sebagai wallpaper ponsel, menjaga pola tidur, berangkat lebih awal, hingga berprinsip untuk tidak sekalipun bolos.

Perjalanan dari rumah di Pendurungan menuju kampus yang cukup jauh, rasa lelah, hingga kondisi fisik yang kadang kurang fit menjadi tantangan tersendiri. Namun, dukungan orang tua, teman, serta dorongan motivasi dari dosen membuatnya mampu menjaga disiplin hingga akhir masa studi. “Kalau sakit, saya tetap berangkat. Saya berpikir lebih baik hadir daripada harus repot mengurus surat izin,” ujarnya.

Kedisiplinan yang dijalankan Eldinnar ternyata membawa manfaat nyata. Selain lebih memahami materi kuliah, ia merasa lebih dekat dengan dosen dan terbiasa bertanggung jawab. Karakter ini juga terbawa hingga dunia kerja. Setelah menempuh magang di kantor akuntan publik, saat ini Eldinnar bekerja sebagai staf administrasi di PT Cahaya Agung Cemerlang yang bergerak pada distributor es krim Walls.

Sebagai pesan untuk mahasiswa Polines lainnya, ia menekankan pentingnya membangun konsistensi sejak dini. “Mulailah dari hal kecil seperti hadir tepat waktu. Lama-kelamaan itu akan menjadi kebiasaan. Jangan setengah-setengah, lakukan sesuatu dengan maksimal,” tuturnya.

Ditemui saat acara wisuda, orang tua Eldinnar tidak bisa menyembunyikan rasa bangga. Sang ayah yang merupakan pensiunan, dan ibunya yang berprofesi sebagai guru, menyampaikan harapan agar putri bungsu mereka itu terus menjunjung tinggi nilai kejujuran.

“Kami sangat bangga dengan pencapaiannya. Harapan kami, ke depan Eldinnar bisa sukses dan tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam hal apa pun,” ungkap orang tua Eldinnar dengan mata berbinar.

Capaian Eldinnar menjadi bukti bahwa disiplin bukan sekadar hadir di kelas, melainkan juga bentuk tanggung jawab yang akan berguna hingga ke dunia kerja. ang

Gulir ke Atas