SEMARANG – Meraih gelar doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat cumlaude bukanlah pencapaian yang datang begitu saja. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat ketekunan, konsistensi, serta visi keilmuan yang kuat. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Ir. Eko Supriyanto, S.T., M.T., IPM, dosen Politeknik Negeri Semarang (Polines), saat menuntaskan studi doktoralnya pada Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI), Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro. Sidang disertasi tersebut dilaksanakan pada Senin (12/1/2026) di Ruang Sidang Utama SPs Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.
Melalui disertasi yang ia kembangkan, Eko menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab tantangan di sektor peternakan unggas. Penelitiannya berjudul “Pengembangan Model Klasifikasi Citra Kesehatan Ayam Menggunakan Pendekatan Hybrid Convolutional Neural Network (CNN) dan Support Vector Machine (SVM)” menawarkan solusi deteksi kesehatan ayam secara non-invasif dengan memanfaatkan citra digital.
Model ini memungkinkan proses identifikasi kondisi ayam—sehat, sakit, atau mati—tanpa sentuhan langsung. Selain meminimalkan stres pada hewan, pendekatan ini membuka peluang pemantauan kesehatan ternak secara cepat dan berkelanjutan, khususnya di peternakan dengan skala besar.
Dengan mengombinasikan metode deep learning dan machine learning, sistem hybrid CNN dan SVM yang dikembangkan mampu mengolah citra visual secara efektif. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi peternakan modern yang lebih presisi dan efisien.
Bagi Eko, riset bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari penerapan teknologi yang berdampak nyata. Ia menaruh harapan besar agar model yang dikembangkan dapat diadaptasi ke dalam perangkat komputasi berdaya rendah, seperti sistem embedded dan perangkat khusus, sehingga dapat diproduksi secara massal dengan biaya terjangkau.

Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terus ia bawa dalam perannya sebagai dosen Polines. Melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Eko aktif mengintegrasikan riset, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT).
Selain aktif di lingkungan kampus, Eko Supriyanto juga berkontribusi sebagai evaluator dan reviewer di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta terlibat dalam pembinaan perguruan tinggi vokasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022. Pengalamannya diperkuat dengan keikutsertaan dalam pelatihan kecerdasan buatan di Kanada serta ketertarikan pada radio amatir dan IoT.
Sejumlah inovasi yang dihasilkan telah diterapkan langsung di masyarakat, mulai dari sistem alarm kebakaran kandang ayam hingga sistem kontrol kandang otomatis yang mengatur suhu dan sirkulasi udara. Ke depan, Eko berharap pengembangan teknologi ini dapat melahirkan produk unggulan Polines yang bernilai komersial sekaligus memperkuat peran Polines sebagai Badan Layanan Umum (BLU).
Prestasi akademik dengan IPK sempurna dan predikat cumlaude tersebut menjadi penanda bahwa riset yang dikerjakan dengan kesungguhan dan keberpihakan pada kebutuhan nyata masyarakat mampu melahirkan inovasi yang relevan dan berkelanjutan. ang

